Uskup Mgr Hubertus Leteng: Islamisasi Meningkat di Flores
- Tuesday, 25 October 2011
| Mochammad Yunus (Sekretaris GUIB Jatim) |
Islamisasi tidak hanya sebuah ancaman bagi umat Kristiani di
Indonesia, tapi juga mengakibatkan ketegangan dalam mayoritas Muslim itu
sendiri.
Banyak umat Muslim setempat menolak “arabisasi” agama mereka, kata
Uskup Ruteng Mgr Hubertus Leteng dalam sebuah wawancara dengan Aid to
the Church in Need (ACN), sebuah lembaga karitatif Gereja Katolik.
Menurut
Hubertus Leteng, “islamisasi” sedang meningkat drastis di pulau Flores,
di mana keuskupannya berlokasi, dan di pulau-pulau lain yang mayoritas
Kristen termasuk Maluku, katanya.Menurutnya, “kelompok fanatik”
mulai bergeser ke Flores, yang datang dari Jawa, namun umat Muslim
setempat menentang “radikalisasi itu.”Islamisasi dipengaruhi
oleh para militan dari Timur Tengah, katanya sebagaimana dikutip laman
Kristen, cathnewsindonesia, Senin, (10/10/2011).Uskup yang juga
mengunjungi markas internasional ACN dekat Frankfurt, Jerman ini
menekankan bahwa gereja menempatkan nilai-nilai luhur untuk
mempromosikan saling menghormati di antara umat Kristiani dan Muslim.Perbedaan
di antara umat Muslim dan non-Muslim di Indonesia “ditandai dengan
perbedaan ekonomi dan persaingan etnis serta lebih banyak dilakukan
berkaitan dengan sistem politik ketimbang Islam itu sendiri,” katanya.
Dari Desa sampai Los Angeles
Sementara
itu, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur Mohammad Yunus
menyebut pernyataan Hubertus Leteng sebagai pernyataan yang
simplisitis. Bagi Yunus, pernyataan itu menunjukkan ketidakmengertian
seseorang yang kurang paham masalah Islam.“Tidak tidak
"arabisasi" di Indonesia. Mungkin beliau tidak paham bagaimana
konsekwensi seorang Muslim jika menerima dan mengakui syariah-nya,”
ujarnya.Menurut Yunus, bentuk pelaksanaan atau amalan syaritat
Islam itu sama antara orang Muslim di Indonesia, Arab, Mesir, bahkan di
Amerika sekalipun.Ia mencontohkan, sebagai bagian dari konsekwensi syariah Islam adalah kewajiban menutup aurat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar